Rabu, 03 Juli 2013

Darsono Sang Tokoh PKI



Sedikit cerita, waktu dapet tugas buat menceritakan salah seorang tokoh PKI yang bernama Darsono ini, saya kesulitan banget (-_-v) soalnya saya kekurangan referensi. Teman-teman yang lain bisa dapet berlembar-lembar soalnya mereka dapet tokoh yang terkenal (eh!) dan saya cuma menthok di satu lembar (-_-). Tapi tenang aja, tugas yang saya tulis ini merupakan gabungan dari berbagai sumber (walaupun sumbernya terbatas), yang kemudian saya ringkas kembali (:3)

Catatan sejarah atas diri Darsono sangat jauh dari cukup. Dia diperkirakan lahir tahun 1897 sedangkan tempat lahirnya belum diketahui dengan jelas. Ayah Darsono merupakan seorang Pegawai Negeri, terbukti karena Darsono mampu mengenyam bangku sekolah. Darsono dikenal akrab dengan kehidupan petani karena pergaulannya dengan anak-anak petani sewaktu kecil. Kedekatannya dengan dunia pertanian, membuat ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Pendidikan Pertanian.
Setamat dari Sekolah Pendidikan Pertanian, Darsono bekerja di Perkebunan Tebu. Sebuah tempat dimana ia melihat kemiskinan dan sistem sosial yang buruk. Selama bekerja, Darsono meluangkan waktunya dengan membaca buku-buku yang diperolehnya. Masa itu, kehidupan kuli-kuli perkebunan yang buruk sudah menjadi hal yang biasa. Sampai akhirnya hadir dalam persidangan Sneevliet, ia bertemu Semaoen yang kemudian menempatkannya dalam redaksi Sinar Djawa mulai 27 Februari 1918 pada bagian telegram.
Menurut Darsono, rakyat Jawa masih bodoh. Untuk menyadarkannya diperlukan artikel-artikel yang berani. Tulisan yang terlalu ilmiah tidak akan dimengerti oleh rakyat yang umumnya tidak pernah sekolah. Orang yang berani lebih diperlukan dari pada orang yang terdidik dan pandai. Cara yang tepat menurut Darsono adalah hantam kromo bukancara intelektual. Namun keterlibatan Darsono yang cenderung kiri di Sinar Djawa ternyata malah membuat beberapa orang pergerakan yang kurang radikal gerah. SI cabang Semarang semakin lama semakin radikal dan cenderung menyerang golongan moderatnya yang kebanyakan menduduki posisi kunci dalam SI, termasuk Darsono sendiri.
Salah satu artikel yang ditulis oleh Darsono adalah Giftige Waarheidspijlein (Pengadilan Panah Beracun) yang salah satu kalimatnya berbunyi “Selama toemboeh-toemboehan bisa hidoep, SETAN OEANG, jang dengan rapi dilindoengi oleh pemerintah, soedah membikin sengsaranja ra’jat.” “Setan Oeang” istilah politik pada zaman pergerakan yang ditujukan kepada para Pemilik modal atau Pengusaha.
Perkembangan paham sosialisme revolusioner, membuat Sarekat Islam pecah menjadi "SI Putih" yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto dan "SI Merah" yang dipimpin Semaoen. Tentunya Darsono tergabung dalam golongan "SI Merah" yang berasaskan sosialisme-komunisme. Golongan inilah yang menjadi cikal-bakal terbentuknya PKI yang yang meneriakkan kepentingan buruh-tani di Hindia. Dan akhirnya pada tanggal 20 Mei 1920, Perserikatan Komunis di Hindia itu pun lahir.
Selama menjadi anggota PKI , Darsono pernah dicalonkan sebagai anggota Tweede Kamer (Majelis Rendah) tahun 1929 oleh Partai Komunis Belanda. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kunjungan dan pidatonya pada kongres CP November 1921 sebelumnya. Karenanya Darsono juga cukup populer di Belanda. Apalagi Darsono juga cukup teoritis dalam pergerakan. Walau begitu Darsono kemudian justru keluar dari PKI kendati ia masih memihak kaum yang tertindas. Banyak juga tokoh PKI angkatan 1920an yang menghilang dari peredaran perpolitikan pasca kemerdekaan Indonesia.
Darsono mendedikasikan hidupnya untuk membela kaum yang tertindas dengan melawan Setan Oeang. Darsono masih percaya kekuatan pena mampu mengalahkan pedang. Tulisannya Giftige Waarheidspijlein adalah sebuah pengadilan terhadap pemerintah kolonial yang tidak peduli dengan nasib kaum kromo pribumi. Baginya bahasa ilmiah sulit dipahami oleh rakyat tertindas. Ciri khas Darsono dalam tulisannya adalah bahasanya yang berani. Dan inilah yang membuat dirinya dijuluki “Si Panah Beracun.”

See you, Dreamers! Semoga bermanfaat!

Sengketa Antar Negara



Karena saya tetap belum menemukan sesuatu yang ingin saya tulis. Jadi saya bagi-bagi tugas sekolah lagi (=P). Lagi-lagi ini tugas PKN (hehehe), isinya tentang beberapa sengketa yang pernah terjadi antar negara di dunia. Karena isinya berlembar-lembar maka biar lebih praktis, saya masukin ke google drive (hehehe).
Langsung aja, Check it out!

https://docs.google.com/file/d/0B7SzljBO_00lTDRwczUwdlhKSGc/edit?usp=sharing

Semoga bermanfaat! ^o^

Contoh Proposal HUT Kemerdekaan


Indonesiaaaa~ tanah airku, tanah tumpah darahku~
Disanalaaaah~ aku berdiri, jadi pandu ibuku~ (?)


Maaf gaje, saya lagi nggak tau nih mau nulis apaan, jadinya begini (-_-). Oke, berhubung saya lagi nggak ada topik buat dibahas maka lebih baik saya berbagi sesuatu aja. Iyalah apalagi kalo bukan tugas-tugas saya (hehehe).
Teman-teman yang menjabat jadi Sekretaris di organisasinya tentu nggak asing dong sama "Proposal." Nah kali ini saya nge-upload contoh "Proposal HUT Kemerdekaan" nih, siapa tau ada yang lagi butuh referensi (^_^)
Check it out!

Semoga bermanfaat dan bisa jadi referensi yang bermutu buat kalian! Selamat Malam! Sampai Jumpa, Dreamers! \^o^/